Aleix Espargaro Dibuat Kecewa oleh Aprilia

Diskusi pertama tentang situasi pada 2023 bersama Aprilia membuat Aleix Espargaro merasa sangat kecewa. Mengapa?

Espargaro mencatatkan sejarah baru di Grand Prix Argentia dengan meraih pole position, dan dikonversikan menjadi kemenangan yang pertama bagi dirinyas serta Aprilia dalam era MotoGP.

Prestasi mengesankan itu juga menjadi penanda start GP ke-200 di kelas premier bagi sang pembalap, yang melakoni debut MotoGP pada 2009 silam.

Mulai bergabung bersama Aprilia pada 2017, pembalap asal Spanyol itu menjadi sosok penting dalam pengembangan RS-GP.

Setelah kemenangan di Termas de Rio Hondo, Espargaro mengatakan belum saatnya pensiun. Ia menegaskan ingin bertahan dengan Aprilia, setidaknya untuk dua tahun lagi.

Namun, Espargaro mengatakan bahwa diskusi pertama yang dilakukan bersama Aprilia tentang masa depannya, masih jauh dari harapannya.

“Dengan segala hormat, dan keinginan saya, dari lubuk hati paling dalam, saya ingin tinggal di Aprilia dua tahun lagi. Saya merasa sangat kuat, sangat cepat. Jadi, dengan tulus saya ingin bertahan,” tuturnya

“Saya belum mendapatkan tawaran apa pun. Pembicaraan pertama yang mereka lakukan dengan manajer saya benar-benar mengecewakan. Saya merasa sangat sedih, karena kami benar-benar jauh dalam hal itu.

“Tetapi masih ada waktu. Saya harap mereka menghargai pekerjaan saya di sini selama tahun-tahun (terakhir) ini.

“Keinginan saya adalah bertahan, dan jelas saya membuktikan bahwa saya kencang, memiliki pengalaman mengembangkan motor.

“Jadi, akan ada pergerakan di paddock dan kami akan memiliki peluang lain. Tapi saya ingin tetap bersama Aprilia.”

Beberapa pabrikan telah mengumumkan susunan pembalap pada musim depan. Sedangkan, yang lainnya masih melihat pasar rider untuk 2023.

Sebelum mencapai kesepakatan baru bersama Aprilia, Espargaro mengaku pernah berpikir pensiun setelah beberapa tahun yang sulit, sejak bergabung dengan pabrikan Italia itu pada 2017.

Fabio Quartararo dan Jack Miller juga sempat membahas masa depannya bersama tim masing-masing. El Diablo ingin melihat keseriusan Yamaha dalam mengembangkan motor, sedangkan Thriller Miller juga dibuat kecewa oleh Ducati.

Manajer juara dunia MotoGP 2021, Eric Mahe, itu juga telah bergerak berbicara dengan pabrikan lain, meski Quartararo menyatakan tidak ingin meninggalkan pabrikan garpu tala.

Sementara itu, beberapa pembalap juga terancam kehilangan kursinya pada musim depan karena belum memenuhi ekspektasi tim di awal musim ini.

Related posts