Pol Espargaro percaya, bahwa pekerjaan yang telah dilakukan Honda untuk merombak RC213V, menunjukkan motor siap mengarungi musim baru MotoGP.
Oleh: Lewis Duncan Co-author: Oriol Puigdemont Diterjemahkan oleh: Scherazade Mulia Saraswati , Editor 19 Feb 2022 16.30
Setelah dua tahun yang sulit, Honda secara radikal mengubah desain RC213V 2022 dalam upaya untuk memperbaiki masalah traksi belakang yang dideritanya.
Masalah kurangnya traksi ini sangat mempengaruhi proses adaptasi Espargaro ke Honda musim lalu. Polyccio hanya mencetak satu podium sepanjang 2021. Padahal, dia sebelumnya mencetak lima untuk KTM pada 2020.
Honda memulai persiapan dengan menguji motor baru dalam tes Jerez. Kinerja kuat berlanjut ke tes pramusim di Sepang dan Mandalika. Espargaro bahkan dua kali memuncaki sesi uji coba resmi tersebut.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Motorsport.com, Espargaro mengakui bahwa dia terkejut RC213V 2022 yang benar-benar baru dapat langsung menjadi sangat bagus. Dia pun merasa sangat beruntung karenanya.
“Ini adalah sesuatu yang luar biasa,” kata Espargaro ketika ditanya bagaimana perasaannya tentang upaya Honda selama musim dingin.
“Anda dapat melihat otot Honda, membawa motor yang benar-benar baru dari nol ke tes Jerez.
“Dan tepat setelah hari-hari di Jerez, di Malaysia terpaut 0,2 (detik) dari pembalap terbaik, kami memiliki ritme yang luar biasa di Malaysia (Sepang).
“Ini menunjukkan sesuatu yang membuat saya terkejut.
“Motor dari nol, dari tidak ada data, untuk membangun motor semacam ini luar biasa.
“Jadi, saya merasa sangat beruntung berada di tempat saya sekarang. Sekarang saya berpikir memiliki kesempatan untuk menunjukkan apa yang bisa saya lakukan dengan motor itu.”
Pol Espargaro kemudian mengatakan, Honda telah membangun motor yang diinginkannya. Itu mengacu pada traksi belakang yang hilang pada 2021.
Spaniard pun merasa percaya diri bakal mampu kompetitif, serta ikut bertarung di barisan depan untuk memperebutkan posisi terbaik.
“Ini adalah target utama, untuk membangun motor yang membuat saya merasa nyaman,” tutur pemakai nomor #44 tersebut.
“Honda juga memikirkan hal ini.
“Saya mengeluh seperti pembalap lain tentang grip belakang. Tetapi saya lebih dari yang lain, karena gaya berkendara saya sangat didasarkan pada bagian belakang.
“Setiap kali saya tidak menyiapkan bagian belakang, bagi saya itu adalah masalah besar. Saya lebih banyak mengeluh daripada yang lain.
“Tapi sekarang Honda telah membawa apa yang saya inginkan, dan sekarang saya merasa bola ada di tangan saya.”