Juara dunia WSBK 2021 Toprak Razgatlioglu tidak pernah suka menjadi pusat perhatian. Namun sebagai pembalap nomor satu dalam kejuaraan, banyak hal dilewatinya selama libur musim dingin.
Oleh: I Gede Ardy Estrada , Editor 17 Feb 2022 11.45
Pembalap andalan Yamaha di Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) Toprak Razgatlioglu mengakhiri enam tahun kisah sukses Jonathan Rea dan Kawasaki pada 21 November 2021 di Mandalika, Indonesia.
Ia berhasil memberikan gelar juara dunia WSBK kepada pabrikan berlogo garpu tala tersebut untuk kali kedua dalam 12 tahun, setelah Ben Spies lebih dulu melakukannya pada musim 2009 silam.
Di dalam trek balap, Razgatlioglu tidak ada yang meragukan kehebatannya. Ia sosok pemberani, yang keterampilannya mengendarai motor merupakan penghargaan bagi setiap stuntman mana pun.
Tetapi, secara personal, pembalap 25 tahun kebangsaan Turki itu cenderung pemalu dan pendiam. El Turco tidak suka menjadi terkenal ataupun memicu sorotan besar terhadap dirinya sendiri.
“Setelah kami memenangkan kejuaraan dunia (WSBK), kami terbang ke Turki untuk konferensi pers, lalu pada hari yang sama kami pergi ke Italia (menghadiri EICMA),” ujar Razgatlioglu kepada Speedweek.
“Usai EICMA, saya menuju ke London, setelah itu saya berkata saya ingin pulang. Kami kemudian hanya memiliki perayaan kecil di Turki. (Untungnya) motorsport tidak begitu terkenal di Turki.
“Mayoritas orang hanya tertarik pada sepak bola. Namun saya suka itu. Saya tidak suka selebrasi besar. Kini semuanya kembali normal, terkadang saya lupa bahwa saya seorang juara dunia,” tambahnya.
Mentor sekaligus manajer Toprak Razgatlioglu, Kenan Sofuoglu, telah membuat motorsport terkenal di Turki. Tetapi, sayangnya, itu tidak ada kaitan dengan kesuksesannya sebagai pembalap.
Untuk diketahui, Sofuoglu, 37 tahun, adalah juara dunia World Supersport (WSSP) lima kali dan telah memenangi 43 race. Namun tragedi personal yang membuatnya disorot media sebagai atlet elite.
Sofuoglu kehilangan sang ayah serta dua saudara laki-lakinya, Bahattin dan Sinan, dalam kecelakaan. Ia kemudian harus menguburkan putranya, Hamzah – yang baru berusia empat bulan – pada 2015.
Kini Razgatlioglu akan bersiap untuk berjuang mempertahankan gelarnya pada WSBK 2022. Dalam sesi tes Portimao pekan lalu, ia mencetak waktu tercepat, mengungguli Jonathan Rea, sang rival utama.