BabatPost.com – Sandra Dewi mengakui, meski sudah memiliki dua orang anak tidak lantas membuat dirinya jadi lebih pintar dalam hal mengasuh anak. Hal itu dibuktikannya sejumlah hal potitif tentang pengasuhan anak baru diketahuinya setelah membaca platform khusus tentang anak.
Dikatakan Sandra Dewi, kini dirinya tahu bahwa anak tidak bagus menggunakan dot. Jika usia anak sudah mencapai 1,5 tahun, sebaiknya si kecil diajari minum dengan menggunakan gelas supaya tumbuh kembang si amak tidak terhambat.
“Contohnya kayak anak sudah enggak ngedot dari 1,5 tahun, kalau Rapha sampai 2 tahun. Harusnya sudah harus pakai gelas atau sedotan kalau minum susu. Mikha saya nggak mau telat, saya ajarkan pakai gelas,” kata Sandra Dewi dalam diskusi virtual Jumat (25/11).
Hal lain yang baru diketahui oleh istri pengusaha Harvey Moeis terkait pemberian reward ke anak. Berdasarkan informasi yang diketahuinya, terlalu sering memberikan reward ke anak akan membuat si anak hanya berfokus pada reward yang dijanjikan. Dan itu berpotensi menghambat pertumbuhannya. Yang seharusnya si anak bisa lebih banyak tahu tentang sejumlah hal.
“Anak saya weekend sama kakek neneknya biar bonding juga sama mereka. Sabtu sama orang tua saya, Minggu sama mertua. Kalau di rumah kakek neneknya suka dikasih es krim, gorengan, coklat. Anak-anak malah nungguin kapan ketemu sama kakek neneknya. Karena mereka bisa makan es krim, coklat,” tuturnya.
Hal lain yang juga baru diketahui Sandra Dewi, ternyata kita sebagai orang tua tidak boleh melarang anak menangis ketika ia terjatuh. Karena hal tersebut termasuk tindakan yang mengabaikan perasaan anak.
“Harusnya, ‘oh sakit ya ? Mananya yang sakit ?’ Kita harus menghargai. Dulu saya, ‘sudah jangan nangis nggak sakit kok’, pengin ngebesarin hatinya.Ternyata itu nggak boleh, kita harus bisa menghargai perasaan anak juga. Pas saya praktekkan anak saya merasa dihargai,” jelasnya.
Dewi Sandra juga baru tahu bahwa imunisasi atau vaksin ternyata dapat menstimulasi kecerdasan pada anak. Awalnya dia tidak percaya tentang hal tersebut. Karena merasa tidak ada keterkaitan secara langsung antara vaksin dengan masalah kecerdasan.
“Saya tidak pernah lupa pemberian vaksin ke anak, itu ada pengaruhnya ke pintaran anak. Saya percaya karena yang ngomong itu profesor di Tentang Anak,” ungkapnya.
Sementara itu, dr. Mesty Ariotedjo, Co-founder sekaligus CEO Tentang Anak mengatakan, dirinya bersama sang suami membuat platform ini dengan tujuan membantu menyediakan informasi secara holistik dan komprehensif dalam hal pengasuhan anak oleh para orang tua.
“Meskipun memiliki pengalaman sebagai dokter anak, saya dan pasangan juga merasakan sulitnya pengalaman pertama sebagai orang tua dalam mengasuh anak. Hal tersebut menginspirasi kami untuk membentuk sebuah ekosistem yang dapat membantu jutaan orang tua di Indonesia menjalani peran mereka dengan lebih baik,” ungkapnya.